Kulihat, Kudengar, dan Kuposting

    Hidup di era digital memang ada enak dan tidaknya, siapa sangka baru kurang dari sepuluh tahun yang lalu kita baru mengenal dunia digital, kini semua manusia dimuka bumi ini telah sibuk dengan membiasakan diri dengan dunia maya atau cyberspace. Berlomba lomba semua orang mengekspresikan dirinya di dunia maya, salah satunya menggunakan media komunikasi yang bisa dibilang paling mudah dan praktis yaitu media sosial, sebut saja Instagram, Youtube hingga yang sudah sangat akrab bagi kita yaitu facebook menjamur pemakainya hampir diseluruh pelosok negeri ini, tak heran jika bertanya kepada anak kecil yang masih duduk dibangku sekolah dasar mereka sudah sangat memahami dan tentu sudah menjadi pengguna dari salah satu aplikasi yang telah disebutkan. Lalu jangan sesekali membandingkannya dengan alat komunikasi konvensional seperti surat ataupun pesan singkat yang menggunakan telephone genggam, karena tentunya saat ini sudah sangat jarang kita menemuka mereka yang menggunakan alat media tersebut malah terkadang ada saja orang yang mencemooh orang yang ingin coba menggunaka kembali media komunikasi jadul sebut saja surat yang sebenarnya mencoba untuk melestarikan ataupun sekedar mengenang bagaimana ada kepuasan tersendiri menggunakan media komunikasi satu ini. 
   
    Coba saja kalian bertanya kepada kakek ataupun Nenek kalian mengenai keasikan berkomunikasi menggunakan media komunikasi surat, merasakan sensasi menunggu balasan yang tentu memakan waktu yang cukup lama untuk sekedar mendapatkan balasan dari sepucuk surat saja, kembali menuliskan setiap bait dari kisah yang dijalani sehari harinya untuk seseorang yang mungkin ingin mengetahuinya, namun kita telah bergeser sangat jauh, semua kini telah dipermudah dan disempurnakan. Sebut saja salah satu kegiatan yang sedang marak dan sangaat sering dilakukan oleh masyarakat, tidak pandang umur pastinya karena semua dapat melakukannya dari yang muda hingga tua yaitu adalah Vlog yaitu Video Blog ya kalau kalian ingin tahu apa itu Vlog tinggal ketik saja di kolom pencarian google "Arti Vlog" karena jika dijelaskan kembali nantinya hanya membuang waktu kalian. Intinya Vlog adalah pengekspresian manusia dengan merekam video kegiatan sehari hari lalu nanti diposting didalam Youtube (saat ini Youtube adalah situs penyedia upload video yang naik daun) lalu tinggal ditunggu untuk semua orang melihat isi didalam video tersebut. 
   
   Jujur saja banyak sekali video yang menurut penulis tidak memiliki kesan yang kuat atau berkualitas, terkadang pula ditemukan video yang mengandung unsur kekerasan yang bisa dibilang tidak layak disebarluaskan ataupun konten pornografi yang menjadi konsumsi oleh manusia manusia kesepian. Namun lagi lagi kita tidak bisa menyalahkan hal tersebut karena di era saat ini manusia benar benar dibebaskan untuk berkreasi dan berekspresi bahkan mencopy apapun yang mereka anggap pantas untuk disebarluaskan. lucu saja jika melihatnya, karena dengan adanya era saat ini kita jadi terbiasa melihat dunia bahkan melihat semua manusia dengan mudahnya, berkomunikasi dengan cepatnya hingga menjadi lupa sahabat kita berubah dari yang dulunya manusia kini menjadi perangkat keras seperti komputer, laptop hingga smartphone. jadi siapa yang menjadi budak ? kita apa teknologi? semua memiliki pendapat masing masing. jadi sudah sesering apa kalian memposting diri kalian sendiri? 


#DA

Kreativitas atau Eksploitasi Diri

   Memasuki tahun 2017 banyak potensi diri yang dimiliki oleh kalangan remaja berkembang dengan pesat, demi mencari tempat di medan persaingan gengsi, mencari pundi pundi materi seakan syarat untuk mencoba mengembangkan potensi ketahap lebih tinggi demi memantapkan posisi menjadi yang lebih dari pesaing lainnya. sayangnya hal ini tidak berlaku untuk sebagian pemuda yang lebih memilih untuk berhenti berkembang karena kesulitan dalam mencari jalan mencari materi yang sudah menjadi syarat pokok.
 
   Seringkali saat ini potensi yang berupa kreativitas dipertontonkan kepada khalayak , yang dapat melalui media sosial yang sebagai panjang lidahnya kaum sosialita ataupun penikmat teknologi digital. tentu ini sebagai perangsang bagi sebagian anak muda untuk ikut masuk dalam arus persaingan yang bisa dikatakan gengsi. tidak ada yang salah dari semua ini namun yang harus sedikit dikhawatirkan adalah bagaimana nantinya ajang kreativitas ini berdampak pada usaha menjajal diri khususnya kreativitas yang dimiliki hanya untuk mencari materi, mengesampingkan estetika, contohnya saja saat ini mereka yang berada dipinggir jalan yang menciptakan profesi baru yaitu sebagai cosplayer jalanan, sedikit penjelasan cosplayer adalah pelaku pemakai pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan film kartun.

   cosplayer dulunya hanya hobi kini sudah menjadi sebuah profesi namun apakah ini sebuah profesi yang layak ataukah hanya usaha yang memaksakan untuk menciptakan peluang demi mendapatkan materi semata, lalu bagaimana dampak kepada mereka yang menjadikan cosplay sebagai sebuah hoby. sebagian orang melihat ini sebagai peluang namun kalau melihat dari sisi yang lainnya ini hanyalah ajang menjual diri dengan menggunakan topeng, Dengan semakin tingginya kebutuhan hidup hal ini menjadi lumrah saja asal tidak menganggu kepentingan orang lain, jika saja ada pihak yang sedikit perduli maka baiknya adalah menyediakan sebuah pentas pertunjukan yang dapat digunakan para cosplayer menampilkan kreativitas terbaiknya ketimbang berada di trotoar jalanan sembari menunggu uang receh yang diberikan oleh manusia yang merasa terhibur.


#DA

note : Tulisan ini hanyalah sebuah opini dan pendapat pribadi jika terdapat salah kata mohon dimaafkan dan kontak adminya. terimakasih