Ruang Kosong

         Tidak akan banyak yang dapat disampaikan didalam tulisan ini, jika kalian ingin mendapatkan suatu pencerahan mengenai teori teori realita kehidupan saat ini, sebut saja teori yang datang dari sebuah film yang rilis dipertengahan tahun lalu yang sempat membuat publik media sosial heboh dengan cuplikan adegan didalam film tersebut dengan menggunakan kata kiasan, "jangan rindu, berat biar aku saja", ya itu adalah cuplikan kalimat yang disampaikan iqbal kepada milea dalam film dilan 1990, Kalimat yang menjadi trend didalam dunia media sosial yang bisa dibilang cukup lama bertahan, kurang lebih 3 bulan dunia sosial dipenuhi oleh cuplikan cuplikan meme yang membanjiri setiap postingan, Jenuh melihatnya lama lama, heran saja jika bentuk sesederhana itu menjadi hype untuk era sekarang, seperti bahagia menemukan sesuatu yang hilang. jelas saja dengan semakin padatnya interaksi manusia khususnya berkomunikasi menciptakan kondisi dimana komunikasi singkat jelas dan mudah dimengerti menjadi keharusan, dengan demikian dikesampingkanlah kata kata kiasan yang sulit dipahami. Melesatnya laju teknologi yang tak kenal batas menghancurkan ruang ruang privasi dari manusia itu sendiri, tak lagi ada namanya kesulitan khususnya dalam berekspresi sehingga semakin berlipatnya ekspresi itu semakin sempitnya kita menemukan orisinalitas dan akhirnya kita memilih untuk kembali pada yang lama, ibarat pengulangan waktu didalam ruang yang sama, melahirkan rasa klasik di era modern, itulah yang sedang disukai saat ini. lalu apakah kita berhenti berkembang? menurutku kita hanya berisitirahat sebelum melompat pada evolusi selanjutnya, tidak hanya kalimat atau kata klasik yang disukai namun juga gaya penampilan dan juga lingkungan yang sengaja dibuat kembali klasik, dan ini cukup menjadi gambaran manusia jenuh akan kemajuan dan perkembangan yang begitu pesat dalam waktu singkat, ambisi besar yang sulit dibendung dan pemikiran yang luas ada baiknya untuk beristirahat sejenak. 

       Beralih pada industri musik saat ini, yang juga sudah kembali mengadaptasi musik musik lama yang kemudia di remake atau disebutnya di arransement kembali, sedikit wajar karena saat ini kita tidak menemukan musik pada kualitas yang tinggi, ok lah setiap manusia memiliki seleranya sendiri namun jika dapat kita adu kualitas musik dahulu memiliki tingkatan yang berbeda dengan saat ini, mengutamakan keindahan dan seni menjadi kunci penciptaan musik pada era dahulu yang menurutku tidak ditemukan pada saat ini yang cenderung ingin menciptakan musik yang mengikuti pasar. mau tidak mau inilah yang kita hadapai saat ini, apakah ini juga dinamakan perkembangan? menurutku tidak, ini hanya dinamakan pertumbuhan, mengenai perbedaan perkembangan dan pertumbungan anda dapat mencarinya di google saja. lalu kemanakah bentuk perkembangan musik itu sendiri, apakah ada musik yang memiliki kualitas yang dapat disamakan bahkan memiliki kualitas yang melebihi musik pada era pendahulunya? jawabannya ada namun tidaklah banyak, seperti terjangkit virus musik musik berkualitas ini akan tenggelam kebawah dan dikalahkan oleh musik yang memiliki kualitas rata rata sebut saja musik yang dibuat untuk gimmick saja, bingung mencari musiknya apa? tinggal lu cari aja musik dengan trending yang paling tinggi, dan coba lu kembali cari lagi dengan rentan waktu 2-3 bulan, apakah lagu tersebut masih diposisi yang sama (puncak) ? virus tersebut tak lain adalah media sosial, virus tak selamanya jahat yang artinya media sosial tak semua penggunanya jahat, tapi tetap saja ada kelompok yang menggunakannya demi mendapatkan materil semata memanfaatkan pengguna yang tidak terlalu mengerti dan mengikuti arus saja terutama pengguna dalam rentan umur remaja. bisakah kita obati? jawabannya bisa, dengan mengedukasi para pengguna media sosial, sehingga nantinya akan menjadi pengguna yang memiliki kualitas untuk membawa perkembangan dalam kemajuan saat ini.


         Jadi secara garis besar ruang kosong adalah sebuah bentuk ruang yang diciptakan oleh kemajuan teknologi dengan tidak diiringi dengan kesiapan dari diri manusia tersebut (sebagian besarnya) sehingga hal ini mengakibatkan kejenuhan dan ketidakpedulian akan kualitas yang bisa dibangun oleh manusia itu sendiri, dan untuk keluar dalam ruang ini kita harus dan tidak boleh menyerah mengedukasi setiap manusia dan berusaha menciptakan alur dan pondasi didalam kemajuan ini dengan demikian manusia akan mencapai titik yang dinamakannya evolusi itu sendiri.

   
         

Awal Spasi

Apa yang dapat kita ketahui sejatinya adalah hal yang dapat kita lihat dan kita dengar, bahkan saat ini kita hanya butuh salah satunya saja. 
perduli apa yang diketahui itu adalah hal yang benar ataupun salah karena semua nantinya yang menilai adalah orang lain, tapi bagi diriku yang menulis semua coretan yang akan mengotori dunia jaringan virtual ini "katanya", tentu menuangkan apa yang dilihat dan didengar, Bukan karena dunia kini dipenuhi geliat manusia melihat dirinya sepenuhnya benar hingga ia bisa leluasa memaksa kebenaran yang ia punya untuk menyalahkan kebenaran yang dimiliki orang lain tentu dengan dukungan dari orang yang pemikiran mereka yang sama dengan dirinya. 
Sebagai awal perkenalan dari tulisan didalam blog ini, kalian harus mengetahui bahwa kalian dapat leluasa berkomentar dan beropini apapun didalam setiap tulisan didalam blog ini, beronani pemikiran yang liar mungkin akan sulit menyatukan kita tapi apa yang diharapkan adalah tidak ada yang benar dan yang salah, semuanya hanya mengenai apa hal yang diketahui dan hal yang belum diketahui dengan landasan penerimaan. 
Selamat datang dan mari mulai berpikir.


#DA