Kamar Kata


Serindu.
__________________________________

Sendu, berhentilah sejenak,
Alunkan suaramu untuk membawa,
Keluar daku dari badai ini,
Kaki ini terlanjur tertanam dalam,
Namun kuingin lepas & lekas terbawa olehmu
Menghabiskan sisa ego
Serta hasrat tak bertuan.
(12092019)



D.A
______________






D & A
________________________

Cinta,
Kucoba dan terus mencoba 
membangun rasa diatas asa
Kuyakin bisa namun itu fana
Jalan takdirku kubangun untukmu
Dan kukandaskan hingga kau benci 
Maaf maaf dan maaf
atas ego bodohi ini
kubiarkan kini hidup berjalan
Tanpa adanya asa
Berharap Tuhan
Menjatuhkanmu kembali padaku
Hingga saat itu tiba kesendirian 
Akan menjadi teman setiaku.
(25032010)





D.A
___________________________



















D.e.k.a.d.e
_______________

Hallo Waktu, 
Akan kumulai mengurai rinduku
Dengarkanlah

Januari,
Apa kabar dirimu diantara para rindu

Februari,
Sudah letihkah kau menunggu membunuh waktu

Maret,
Hadir lagi memory tertinggal kan senyum

April,
Jangan cepat pergi, aku masih pilu

Mei,
Lupa adalah tujuan dan dirimu masihlah harapan

Juni,
Ku sudahi penantian yang berujung penderitaan

Juli, 
Memory ini masih juga terpendam

Agustus,
Bisakah kau bisikan rindu padanya?

September,
Senyuman adalah kebohongan terbesarku

Oktober,
Wajahmu itu candu, mengertilah !

November,
Aku tak ingin dirimu, hanya cintaku yang tertinggal

Desember,
Penghujung harapku adalah ketiadaan.
Dan dirimu abadi dalam harap, walau kutau takdir adalah musuh.
(18102019)


D.A
_________________





Rasuk
____________

Melamun senja dibukit tandus
Semilir angin datang sayup sayup
Lihatlah burung pulang kerumahnya
Dan kelinci sembunyi diantara lubang
Merekatlah harap dalam doa
Dan kemudian tangan menutupnya.
(04112019)


D.A
_________________




Pamit
____________

Ada yang pergi mencari,
Ada yang datang meninggalkan,
Waktu tetap abadi
Dan Setiap memory
akan tetap dikenang.
(04112019)

D.A
_________________



Sandungan
____________
Semua berlomba raih perhatian
Sayang pemenang telah ditentukan
Ku bukan kalah berjuang
Tak juga menjadi seorang pecundang
Batasku bukanlah batasmu
Sedari awal itu memanglah untukmu
Termanisnya kekalahanku
Terpahitnya kemenanganmu
D.A
_________________


Lamunan
____________

sebarapa bencinya pada dunia
kau tetaplah manusia
berjalan kesana kemari
mencari di riak pasir sesuatu yang pasti
Hadir dalam tujuan nan bimbang
sekali lagi kau tau tak berkembang
sudahi saja dalam diam
dalam dan dalam keluar harap dalam kelam

D.A
_________________


Hikayat Semesta

__________________

Tabir dunia telah tersingkap begitu rapih
Tak berdayanya pasir itu
Terhempas dan terkoyak menjadi butiran
Ia terlalu kecil
Pada siapa ia berteriak diluasnya samudera
Berdiam pun ia tak teraba
Hanya bergandengan ombak
Tersenyum didalam ketiadaan.

D.A

__________________



Barisan Kosong






















" Siapakah manusia, dalam sebuah makna yang tidak mengandung arti bagi yang lainnya, berpikir akan ego tinggi menciptakan rasa & prasa, mengenalkan arti kepribadiannya untuk menunjukan eksistensi, Terimalah salam pembuka darinya, yang tak bisa kau ingat walau ingin,  pelik menilik dunia yang mungkin sebagian sudah menjadi fana."

      Pagi ini jagat berita dihebohkan aksi protes akan kebebasan untuk sebuah wilayah dikarenakan adanya kecemburuan dalam pemerataan. “Phew”, ini sudah biasa dialami negeri dengan jutaan kecamuk mengenai keinginan mulai dari individu, kelompok hingga kota atau wilayah, pepes kosong belaka diangkat berita demi memanaskan tungku pundi pundi yang didapat dari ramainya jagat masyarakat menikmati berita berita ini. Sebagian orang sudah bosan dengan berita ini, sebagian masih bersemangat karena mungkin ia rasa ini waktunya untuk muncul bersuara dengan adanya roda kendaraan yang ia miliki untuk menggiring suaranya terdengar oleh sebagian orang dan menariknya dalam pusaran opininya. Maka aku ucapkan selamat datang pecandu jagat opini dunia sosial.

      Sia siakah semuanya ? sejauh ini hanya kata viral yang dapat memuaskan seluruh jagat candu pemosting social media, menjadi bahan referensi pemikiran yang sebenarnya dapat menjadi penyesat pola pikir, adakah obat untuk penyakit ini? Referensi buku serta pemikiran para filsuf lampau mengenai teori teori manusianya yang bisa menjadi penyeimbang arus deras gelombang opini ini, untungnya masih disediakan ruang untuk kita bernafas untuk memilih pemandu pola pikir kita, tentunya diujungnya kita diharuskan untuk bebas dalam menentukan pola pikir sendiri.

    Kenapa demikian? Karena itulah syarat untuk menuju kemajuan, lalu adakah akhirnya? Tergantung, seberapa jenuh manusia untuk berpikir, namun selama masih ada ruang dan waktu semua bisa terobati. Topik tulisan ini hanyalah jagat pemikiran seorang individu saja, jangan samakan dengan pemikiran filsuf atau tokoh terkenal, layak kah? Anda sendiri yang menilainya, aku lebih suka menuangkan pendapat ini dan mungkin sesekali menulis beberapa cerita yang sangat ingin dibaca oleh pembaca walau lebih dinikmatinya sebuah video saat ini.


Sudah lah, mungkin bagian ini akan diakhiri dengan kalimat terimakasih.
Untuk kalian yang masih belum puas, puaskan dirimu dalam lauatan pemikiran tokoh tokoh terkenal dan rasakan kecilnya dirimu dan pemikiran mu, nikmatilah itu.

Terimakasih

-HeinrichS-