Barisan Kosong






















" Siapakah manusia, dalam sebuah makna yang tidak mengandung arti bagi yang lainnya, berpikir akan ego tinggi menciptakan rasa & prasa, mengenalkan arti kepribadiannya untuk menunjukan eksistensi, Terimalah salam pembuka darinya, yang tak bisa kau ingat walau ingin,  pelik menilik dunia yang mungkin sebagian sudah menjadi fana."

      Pagi ini jagat berita dihebohkan aksi protes akan kebebasan untuk sebuah wilayah dikarenakan adanya kecemburuan dalam pemerataan. “Phew”, ini sudah biasa dialami negeri dengan jutaan kecamuk mengenai keinginan mulai dari individu, kelompok hingga kota atau wilayah, pepes kosong belaka diangkat berita demi memanaskan tungku pundi pundi yang didapat dari ramainya jagat masyarakat menikmati berita berita ini. Sebagian orang sudah bosan dengan berita ini, sebagian masih bersemangat karena mungkin ia rasa ini waktunya untuk muncul bersuara dengan adanya roda kendaraan yang ia miliki untuk menggiring suaranya terdengar oleh sebagian orang dan menariknya dalam pusaran opininya. Maka aku ucapkan selamat datang pecandu jagat opini dunia sosial.

      Sia siakah semuanya ? sejauh ini hanya kata viral yang dapat memuaskan seluruh jagat candu pemosting social media, menjadi bahan referensi pemikiran yang sebenarnya dapat menjadi penyesat pola pikir, adakah obat untuk penyakit ini? Referensi buku serta pemikiran para filsuf lampau mengenai teori teori manusianya yang bisa menjadi penyeimbang arus deras gelombang opini ini, untungnya masih disediakan ruang untuk kita bernafas untuk memilih pemandu pola pikir kita, tentunya diujungnya kita diharuskan untuk bebas dalam menentukan pola pikir sendiri.

    Kenapa demikian? Karena itulah syarat untuk menuju kemajuan, lalu adakah akhirnya? Tergantung, seberapa jenuh manusia untuk berpikir, namun selama masih ada ruang dan waktu semua bisa terobati. Topik tulisan ini hanyalah jagat pemikiran seorang individu saja, jangan samakan dengan pemikiran filsuf atau tokoh terkenal, layak kah? Anda sendiri yang menilainya, aku lebih suka menuangkan pendapat ini dan mungkin sesekali menulis beberapa cerita yang sangat ingin dibaca oleh pembaca walau lebih dinikmatinya sebuah video saat ini.


Sudah lah, mungkin bagian ini akan diakhiri dengan kalimat terimakasih.
Untuk kalian yang masih belum puas, puaskan dirimu dalam lauatan pemikiran tokoh tokoh terkenal dan rasakan kecilnya dirimu dan pemikiran mu, nikmatilah itu.

Terimakasih

-HeinrichS-